Skip to Content

Cinta dan kejujuran

Cinta dan kejujuran

Be First!
by November 25, 2017 Cerpen, Kisah inspirasi

Yoncare.com | Seseorang sering tidak jujur dengan keadaan dirinya ketika berkata-kata di hadapan orang yang dicintainya. Ketidakjujuran itu kerap berupa penyembunyian kata-kata tertentu dalam kalimat kepada orang yang dicintainya. Misalnya, orang sering bilang “Aku mencintaimu setulus hati”; kata-kata tersembunyi yang tak terucap adalah “asalkan kau juga mencintaiku setulus hati”. Atau “Aku hanya ingin melihatmu bahagia”; kata-kata tersembunyi yang tak terucap adalah “asalkan kamu bahagia denganku, tidak dengan yang lain”. Atau “Cintaku kepadamu tak mengenal kata tetapi”; kata-kata tersembunyi yang tak terucap adalah “untuk saat ini, entah untuk esok hari”. Atau “Aku tanpamu, butiran debu”; kata-kata tersembunyi yang mungkin tak terucap adalah “Dulu aku juga merasa seperti ini dengan dua orang yang pernah kucintai”.

Kadang kala seseorang sudah bisa cukup jujur dengan keadaan dirinya ketika berkata-kata di hadapan orang yang dicintainya, tetapi itu disamarkan dalam kata-kata puitis lagi romantis supaya orang yang dicintainya tidak terlalu tersinggung. Misalnya: “Aku akan mencintaimu selama waktu mengizinkanku untuk mencintaimu”. Betapapun, kalimat itu jauh lebih jujur daripada “Aku akan mencintaimu selamanya”. Sangat jarang orang bisa mengatakan kata-kata cinta ala Iwan Fals: “Aku cinta kau saat ini, entah esok hari, entah lusa nanti, entah!” Ia takut orang yang dicintainya merengut bin cemberut saat itu.

Pada saat merayu, sering kali orang menjadi seorang politikus atau motivator yang memainkan sebuah psikodrama. Kata-katanya dibuat sebisa mungkin agar bisa menimbulkan efek psikodramatis. Dalam hal ini, gelegak rasa menjadi panglima yang membawahi dan mengangkangi nalar. Seorang perayu dalam banyak hal tidak banyak berbeda dengan pengkhotbah, yang memainkan sebuah psikodrama.

Dan biarlah iman, juga cinta, menjadi rahasia Tuhan di dalam dirimu, yang tidak selayaknya diobral dengan kata-kata picisan.(javanica)

Baca juga  Kisah nyata | Jangan sia siakan perhatian dan kepedulian seseorang kepadamu
Previous
Next

Tinggalkan Balasan