Skip to Content

Tata cara melempar jumroh sesuai sunah

Tata cara melempar jumroh sesuai sunah

Be First!
by Agustus 27, 2017 Haji dan Umroh

Tata cara melempar jumroh sesuai sunah|kali ini akan membahas tata cara melempar jumroh sesuai sunah,Melempar jumroh merupakan salah satu ibadah wajib dalam menunaikan ibadah haji. Melempar jumroh diyakini sebagai lambang melawan kemusyrikan. Pada praktiknya, para Jemaah melemparkan 3 jumroh, yaitu Jumroh Ula, Jumroh Wustha, dan Jumroh Aqabah.

Melempar jumroh diibaratkan berjuang melawan setan. Setiap kerikil yang berhasil dilempar akan diganti oleh Allah dengan pahala yang besar sekaligus dapat menghapus dosa yang telah dilakukan.

Melempar jumroh harus dilakukan dengan tata cara tertentu agar ibadah haji menjadi sempurna dan sah. Berikut tata cara melempar jumroh yang sesuai dengan sunah:

Tempat Mengambil Batu

Mengambil Batu Jumroh

Sesuai sunah, batu yang akan digunakan untuk melempar jumroh diambil di daerah Mina. Tempat berikutnya yang diperbolehkan untuk mengambil batu untuk lempar jumroh adalah di Muzdalifah dan daerah tanah haram lainnya.

Cara Melempar Jumroh yang Benar

Foto: AFP PHOTO / AHMAD GHARABLI
Peziarah Muslim melemparkan kerikil selama “Jamarat” ritual, rajam Setan, di Mina dekat kota suci Mekkah, pada 12 September 2016. Peziarah melempari pilar yang melambangkan setan dengan batu kerikil, pada hari ketiga haji menandai Idul Adha atau Hari Raya Kurban.

Melempar Batu Jumroh

Pada hari Iduladha, para jemaah melakukan lemparan sebanyak 7 kali pada Jumroh Aqabah. Selanjutnya di hari Tasyrik para Jemaah melakukan lemparan sebanyak 7 kali pada masing-masing Jumroh Ula, Jumroh Wustha dan Jumroh Aqabah. Jadi, jika ditotal pada hari Tasyrik para Jemaah melakukan 21 kali lontaran.

Pertama, jemaah melakukan lemparan Jumroh Ula yang letaknya di dekat masjid Al-Khaif sebanyak 7 kali. Kemudian Jemaah melanjutkan ke Jumroh Wustha, lalu ke Jumroh Aqabah. Setiap lontaran diiringi dengan bacaan takbir.

Setelah melempar jumroh di Jumroh Ula, jemaah disunahkan untuk berdiri di samping tempat melontar, dari arah kanan sambil menghadap kiblat kemudian berdoa kepada Allah SWT

Setelah melempar jumroh di Jumroh Ula, jemaah disunahkan untuk berdiri di samping tempat melontar, dari arah kanan sambil menghadap kiblat kemudian berdoa kepada Allah SWT. Sebaliknya, setelah melempar jumroh di Jumroh Wustha jemaah disunahkan untuk berdiri dari arah samping kiri, menghadap ke arah kiblat lalu berdoa kepada Allah SWT. Sedangkan setelah melempar jumroh di Jumroh Aqabah, jemaah tidak disunahkan untuk berhenti karena Rasulullah juga tidak berhenti di samping tempat melempar setelah melakukan lempar jumroh Aqabah.

Kriteria Batu Lempar Jumroh yang Disunahkan

Batu Jumroh

Batu yang dianjurkan untuk lempar jumroh yaitu batu yang berukuran sebesar kotoran kambing serta tidak berbentuk runcing.

Apakah Melempar Jumroh Menggunakan Batu di Sekitar Tempat Lempar Jumroh Diperbolehkan?

6
Bak Batu Jumroh

Batu yang berada di sekitar tempat lontar jumroh boleh digunakan untuk melakukan lempar jumroh karena batu di area tersebut tidak digunakan untuk  melempar jumroh. Tetapi batu yang berada di dalam bak lempar jumroh tidak boleh digunakan.

Waktu Afdhal Melaksanakan Lempar Jumroh

Waktu paling afdal untuk melakukan lempar jumroh adalah pada hari Iduladha di waktu antara Dhuha hingga terbenamnya matahari, untuk melempar jumroh Aqabah. Jika waktu afdal tersebut terlewatkan maka jemaah dapat melempar jumroh di malam hari atau setelah tenggelamnya matahari.

Pada hari Tasyrik, ibadah lempar jumroh dilakukan setelah waktu Zuhur atau setelah matahari condong ke arah barat. Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Melempar Jumroh

  1. Banyak jamaah yang memilih untuk melontar menggunakan batu besar. Padahal yang ditentukan sesuai sunah adalah batu berukuran kecil atau kerikil.
  2. Melemparkan 7 kerikil sekaligus, padahal seharusnya dilempar satu per satu. Pada saat melakukan setiap lemparan disunahkan untuk mengumandangkan takbir.
  3. Mewakilkan kepada orang lain sementara diri sendiri sebenarnya kuat melakukan tetapi takut berdesakan. Hal ini tidak diperbolehkan karena melempar jumroh hukumnya wajib, kecuali bagi yang benar-benar tidak mampu.

Demikian ulasan mengenai tata cara melempar jumroh sesuai sunah. Semoga bermanfaat.

 

Sumber: https://umroh.travel/tag/haji/

Baca juga  Daftar biro perjalanan umroh di surabaya
Previous
Next

Tinggalkan Balasan