Skip to Content

Dalil alquran dan hadits tentang cinta

Dalil alquran dan hadits tentang cinta

Be First!
by Agustus 27, 2017 Kata bijak

Dalil alquran dan hadits tentang cinta

  1. Saling Mencintai karena Allah

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR At Tirmidzi).

“Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna imannya.” (HR Abu dawud dan At tirmidzi).

Segala perasaan dan perbuatan harus bertolak dari rida Allah SWT. Seseseorang dicintai karena dia dapat mendekatkan kita pada Allah; golongan orang saleh yang senantiasa berkumpul di majelis ilmu sampai pasangan hidup yang menawan akhlaknya.

  1. Cinta Kepada Sesama Manusia

Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang terhadap sesama manusia, bukan kebencian sebagaimana penilaian orang-orang yang salah kaprah. Rasulullah bahkan mengatakan bahwa seseorang tidak akan masuk surga sebelum saling mencintai, dan cara menumbuhkan kecintaan terhadap sesama yakni dengan menebarkan salam.

Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sebelum kalian saling mencintai. Tidakkah aku tunjukkan kepada kalian mengenai sesuatu yang ketika kalian melakukannnya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!” (HR Muslim).

Adapun etika memberi salam dijelaskan dalam hadis berikut ini:

“Yang muda hendaklah memberi salam pada yang tua. Yang berjalan (lewat) hendaklah memberi salam kepada orang yang duduk. Yang sedikit hendaklah memberi salam pada orang yang lebih banyak.” (HR Bukhari).

  1. Cinta Kepada Orang Tua
Baca juga  Kumpulan kata bijak motivasi

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS Al-‘Israa: 23-24).

Islam sangat memuliakan orang tua, terutama orang tua yang berusia lanjut. Curahkan cinta dan kasih sayang dengan merendahkan diri terhadap mereka. Bahkan meskipun orang tua Anda hanya tamatan SD, sedangkan Anda lulusan perguruan tinggi, jangan sekali-kali merasa hebat dan tinggi hati.

Cintailah mereka dengan mengucapkan perkataan yang mulia dan senantiasa menyebut nama mereka dalam doa Anda.

“Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna imannya.” (HR Abu dawud dan At tirmidzi).

  1. Cinta Kepada Lawan Jenis

Jatuh cinta kepada lawan jenis sama sekali tidak salah. Malahan, hal itu sangat lumrah sebagaimana sifat alami manusia. Salah itu ketika menyalurkan perasaan cinta ke dalam ikatan yang tidak halal, melampiaskan nafsu dengan dalih saling mencintai.

Islam sudah mengatur hubungan yang mewadahi dua orang yang saling mencintai, yaitu pernikahan. Ketika seseorang membina rumah tangga yang sakinah, hati pun cenderung merasa tenteram.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS Ar-Ruum: 21).

Baca juga  Cantik adalah ujian
Cinta dalam Islam

Wanita bahkan memiliki keistimewaan tersendiri. Ketika seorang wanita mencurahkan cintanya yang tulus dengan berbakti kepada suaminya sehingga suaminya rida, Insya Allah jaminannya adalah surga.

Wanita mana saja yang meninggal dunia, kemudian suaminya merasa rida terhadapnya, maka ia akan masuk surga. (HR Ibnu Majah).

Segelintir dalil di atas sudah cukup menjadi bukti betapa humanisnya ajaran Islam. Jika kita terlalu sibuk membenci untuk alasan yang tidak syar’i, mengumbarnya di lingkungan sekitar maupun media sosial, mungkin kita patut mempertanyakan lagi keimanan kita.

Semoga bermanfaat.

Sumber: https://umroh.travel/tag/haji/

Previous
Next

Tinggalkan Balasan