1. Pasanganmu tidak menerimamu apa adanya.

Setiap orang pasti punya sifat macam-macam, entah negatif, entah positif. Begitu juga dengan kamu. Orang lain seharusnya bisa menerima semua kekurangan, juga kelebihanmu. Kalau pasangan tidak bisa menerimamu apa adanya, misalnya tidak bisa menerima pekerjaanmu dan menuntut sesuatu, berarti kalian memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Jalinan hubunganmu dengannya hanya akan berakhir sia-sia.

2. Selalu muncul di benakmu: “Pasanganku tak boleh seperti itu, dia harus berubah.”

Mempertanyakan siapa dia sebenarnya dan menuntutnya untuk berubah juga merupakan ciri-ciri hubungan yang tak akan berlangsung lama. Sebab, yang ada di benakmu adalah pertanyaan-pertanyaan dan tuntutan yang tak akan menemukan jawaban serta kepuasan.

3. Kamu berjuang sendiri menangani masa-masa sulit.

Hubungan tak akan menemukan masa depannya bila dua orang yang menjalani tak saling menyokong. Sebab, hubungan terjalin lantaran didasari dengan keintiman, kebahagiaan, kesenangan, juga sedih dan senang yang sejatinya ditanggung bersama-sama. Kalau hanya seorang yang menanggung susahnya, untuk apa?

4. Kebutuhanmu tidak terpenuhi oleh pasangan.

Kebutuhan yang dimaksud di sini bukan hanya soal material, tapi juga perhatian. Kalau mereka mampu memenuhi kebutuhan secara materi tapi tak pernah memenuhi kebutuhan selayakya pasangan lain, ini akan terjadi nanti di rumah tanggamu. Hubungan hanya akan berjalan dengan mindset money oriented.

5. Kamu dan pasanganmu tidak pernah memiliki pikiran yang sejalan.

Jika kamu dan dia siap untuk menikah, tapi selama berproses kalian tak pernah menemukan pikiran yang sejalan, sepertinya hubungan kehidupan rumah tanggamu akan sulit dibina. Sebab, pikiran adalah hal yang paling mendasari sifat manusia. Kalau kedua pikiran tak pernah sejalan, bagaimana kalian bisa menerima satu sama lain?

Baca juga  Kumpulan kata bijak motivasi

6. Memberi dan menerima selalu tak seimbang. Kamu yang selalu memberi atau dia yang selalu membiarkanmu menerima.

Dalam hubungan, antara memberi dan menerima itu harus seimbang. Kalau hanya salah satu yang terus memberi tanpa merasakan menerima (entah itu materi, perhatian, atau kasih sayang), hubungan akan terancam. Nantinya, si pemberi akan merasa terabaikan dan si penerima akan merasa tak peduli.

7. Untuk saling percaya masih butuh perjuangan yang tak mudah.

Hubungan itu pasti didasari rasa percaya. Kalau masih berjuang untuk sekadar memperoleh atau menumbuhkan kepercayaan, itu berarti kalian belum siap. Keputusan yang buruk mungkin bakal datang kalau keduanya sama-sama saling tidak percaya.

8. Dia hanya menerimamu, tapi tak mau tahu dengan keadaan keluargamu.

Menerimamu berarti harus mau menerima juga bagaimana pun keadaan keluargamu. Kalau sekarang si dia gak bisa menerima, hubunganmu di masa depan akan terancam. Mending putuskan sekarang daripada sia-sia di kemudian hari.

Delapan perenungan ini tentunya bikin kita jadi berpikir, apa iya hubungan yang kalian miliki sekarang bakal punya masa depan yang baik?(viral-id.com)