Skip to Content

Tips dan resiko operasi caesar saat dan sesudah persalinan

Tips dan resiko operasi caesar saat dan sesudah persalinan

Be First!
by September 13, 2017 Kesehatan
    Tips dan resiko operasi caesar saat dan sesudah persalinan|Yoncare.com

    Operasi Caesar kini lebih banyak diminati oleh sebagian ibu hamil untuk melahirkan. Prosesnya yang cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit saat persalinanmembuat mereka memilih cara ini dibanding melahirkan secara normal.

    Operasi Caesar mungkin akan direkomendasikan sebagai prosedur yang direncanakan atau dilakukan dalam keadaan darurat, jika melahirkan secara normal dianggap memiliki risiko yang sangat besar. Biasanya, operasi ini dilakukan setelah minggu ke-38 pada masa kehamilan.

    Kapan Operasi Caesar Sebenarnya Diperlukan?

    Sebagian ibu hamil memilih untuk menjalani operasi Caesar, padahal ia memiliki opsi untuk melahirkan secara normal. Sejumlah ibu hamil memilih operasi Caesar karena takut merasakan sakit ketika melahirkan secara normal, dan ingin melahirkan sang bayi pada tanggal-tanggal tertentu (contoh: 11/12/13 atau 10/10/10), atau tidak ingin menunggu lama layaknya menunggu proses pembukaan jalan lahir yang bisa memakan waktu.

    Melahirkan melalui bedah Caesar berarti mengeluarkan bayi melalui sayatan dari perut sang ibu, bukan dari vagina. Sebelum pembedahan, dokter akan melakukan anestesi (pembiusan) epidural, sehingga membuat daerah perut menjadi mati rasa saat melakukan proses penyayatan di area perut bagian bawah. Jadi, Anda akan sadar selama proses operasi Caesar, namun akan mengalami mati rasa mulai dari area perut ke bawah. Namun pada keadaan tertentu akan dilakukan pembiusan umum.

    Dengan tirai pembatas, Anda tidak bisa melihat dokter ketika menyayat perut Anda. Dokter mungkin akan memberikan obat penenang untuk membantu Anda agar lebih rileks. Tidak sampai hitungan jam, Anda akan mendengar suara tangisan bayi yang keluar dari rahim Anda. Begitulah kiranya proses melahirkan melalui operasi Caesar.

    Kendati operasi Caesar adalah prosedur yang umum, namun operasi ini merupakan operasi besar, sehingga membawa risiko tersendiri. Hal inilah yang membuat dokter tidak merekomendasikannya, kecuali jika diperlukan karena ada indikasi medis.

    Alangkah baiknya Anda mencoba dahulu untuk melahirkan secara normal, jika tidak ada alasan medis tertentu untuk menjalani operasi Caesar. Bukan hanya lebih aman, melahirkan secara normal juga berdampak lebih baik pada kesuburan wanita di masa yang akan datang.

    Lalu, kapan waktu yang tepat untuk melahirkan secara Caesar? Terdapat beberapa kondisi yang mengharuskan anak untuk dilahirkan melalui operasi Caesar. Tempuhlah jalur Caesar, jika kondisi Anda atau bayi tidak memungkinkan dari segi medis, seperti:

    • Ukuran bayi terlalu besar, sementara panggul Ibu kecil.
    • Bayi menderita kelainan, misalnya spina bifida.
    • Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang.
    • Sang ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain seperti preeklampsia berat yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan.
    • Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil.
    • Plasenta previa.
    • Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif.
    • Sang ibu terinfeksi virus HIV.
    • Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks, misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam.

    Risiko Operasi Caesar

     

    Baca juga  Air kelapa hijau juga bisa mengobati penyakit jantung lo...
Previous
Next

Tinggalkan Balasan